Monday, July 24, 2006

My Graduation Day


Sabtu, 22 Juli 2006 yang lalu sepertinya merupakan hari terindah dalam hidupku, apalagi kalau bukan hari wisuda yang meluluskanku sebagai Sarjana Sains dan Teknologi Farmasi.
Sebenernya keribetan sudah dimulai dari 2 minggu sebelum hari H. Mikirin baju apa yang bakal dipakai, gimana penampilan pas acara entar, wah, cukup bikin pusing, walaupun dari luar kelihatannya aku cuek aja. Tapi menjelang acara, kira-kira tiga hari sebelum hari H, tiba-tiba muncul ide cemerlang. Tadinya berencana pakai kebaya putih bordir pink punya Mbak Santi, akhirnya diganti dengan baju kurung coklat emas yang desainnya kumodifikasi. Urusan bongkar pasang baju, memang udah sering dilakukan, karena..hehehe ya gitu deh, ukuran badanku. Bawahannya juga baru jadi H-1, karena pinggangnya kebesaran terus. Tadinya diatasi dengan dikasih kolor kanan-kiri, eh, masih kegedean juga. Akhirnya muat juga dah, tapi masih harus dikasih trik lain supaya panjangnya pas. Tapi sayang, triknya rahasia ya, malu ahh nulisnya.
O iya, soal bawahan tadi, wah..sepertinya hari aku menjadi satu-satunya wisudawati yang memakai celana hahaha. Bawahan itu memang celana batik, yang dari depan kelihatan seperti rok. Sebenernya maunya kelihatan seperti rok depan-belakang, tapi ya..karena bahannya kurang :-D jadi kelihatan rok kalau dari depan saja. Tapi desain ini malah dipuji 'kreatif' loh, sama teman-teman. Terima kasih buat Tiwi atas desain celana "Han Wen"-nya ya.
Pas hari H, jam 5 pagi aku dah nongkrong di Salon Wida, di deket rumah. Setelah 1/2 jam, beres deh make up-nya. Kembali ke rumah, aku, orang tua dan adik-adik bersiap-siap sampai jam 06.45. Perjalanan ke kampus ditempuh menggunakan angkot Cicaheum-Ciroyom as usual aku pergi ke kampus. Di dalam perjalanan kita ketemu sama mahasiswa Teknik Perminyakan yang mau diwisuda juga.
Sampai di SABUGA, ternyata di sana udah penuh dengan lautan wisudawan, rombongan keluarga, dan para penjual barang maupun jasa. Singkat cerita, setelah bertemu dengan teman-teman farmasi yang lain, kita berkumpul dekat pintu SB-1. Orang tua dan rombongan pengantar masuk melalui pintu khusus yang dijaga oleh Resimen Mahasiswa. Setelah memasuki pintu SB-1, memperoleh buku Wisuda dan buku Panduan Karir, kita langsung mencari kursi wisudawan di deretan SF. Aku mendapat kursi FA-08. Sudah duduk, aku sibuk mencari tempat duduk ortu di deretan kursi penonton. Koq tak ada ya? Eh, tiba-tiba bokap nyamperin untuk pinjam buku wisuda karena beliau nggak tahan kalau tanpa bacaan . Tapi bokap nggak jelas bilang posisi duduk di mana. Ya sudah, pokoknya mereka sudah dapat tempat, lega deh. Kedua adikku, karena nggak punya undangan jadi nggak boleh masuk..cuma ngampar aja di deket pintu utama. Untung mereka nggak pundung.
Acara upacara wisuda akhirnya dimulai juga. Karena buku wisuda dipinjam bokap, alhasil sepanjang acara aku berkali-kali pinjam buku milik teman. Ternyata lama juga, ya, menunggu tiba giliran untuk maju menerima ucapan selamat dari Rektor, Dekan, dan Ka-Prodi. Soalnya S1 dapat giliran terakhir hehehe..O iya, untuk acara jabat tangan ini aku tidak memesan paket foto salaman, dengan berbagai pertimbangan. Sebagai gantinya, aku pesan foto studio LFM-Jonas saja, karena kupikir ini adalah moment langka, sekeluarga bisa berkumpul bersama. Bokap aja pulang ke rumah nggak tentu. Ibu jarang mau difoto. Nanti tanggal 27 Juli fotonya jadi, moga aja bagus. Ragu euy, soalnya pas foto itu kan dah siang, tampang capek dan lecek sudah tampak di muka kita.

Setelah acara upacara wisuda usai, berikutnya menunggu giliran berfoto per fakultas. Alamak..Farmasi dapat giliran ke delapan. Kalau nggak salah jam 2 baru dipanggil untuk foto deh. Waktu antara itu banyak dimanfaatkan teman2 untuk foto bareng. Salah satunya ada foto buat kita-kita yang punya ukuran badan imut. Hahaha, pas foto harus lepas high heels, jadi keliatan aslinya.
Beres foto bareng, wisudawan diarak ke himpunan oleh anggota muda HMF Ars Praeparandi. Yang cewek-cewek pakai mobil pick up, yang cowok dibonceng motor. Rutenya lewat Taman Sari-Gelap Nyawang-Ganesha. Setelah itu kita jalan kaki pelan2 dengan backsound yel-yel panitia, sampai di selasar Farmasi, dilanjutin Perang Air yang heboh. Pokoknya seru banget!
Perang air usai, dilanjutkan acara makan-makan. Menunya enak deh, jadi nggak nyesel bayar iuran wisudaan sebesar Rp 80.000,00. Seluruh keluarga bisa makan kenyang. Setelah kenyang makan, sebelum pulang, adikku ngajakin foto-foto di sekitar selasar FA.
Pokoknya, secara garis besar, acara wisuda 22 Juli 2006 ini sangat menyenangkan dan menimbulkan kesan mendalam. Tidak akan bisa terlupa,mungkin. Tantangan ke depannya, " Sudah sarjana, bisa apa kamu?" Nah, pertanyaan ini yang menggelayut di setiap pikiran para sarjana-sarjana baru ini. Semoga pertanyaan ini bisa dijawab dengan keyakinan yang mantap dari kita semua, sarjana lulusan ITB Juli 2006. Amien.
Liburan ini, aku berusaha mencari beasiswa Program Profesi Apoteker. Ingin langsung melanjutkan apoteker saja ahh. Kalau diberi kesempatan oleh Allah, tak akan kusia-siakan. Mohon doanya, kawan. Selama liburan ini, di kala senggang aku masih menjahit souvenir untuk pernikahan. Tempat tissue berhias hati. Ada yang tertarik pesan juga untuk nikahannya?Harga untuk teman renyah banget loh. Boleh kan, promosi di blog sendiri...:-P

2 comments:

sons sister said...

mmm,, selamat!!!

Semoga 2 tahun lagi aku akan menyusulmu ... simpan toga-mu baik",, nak!!!

Hahaha,, nggak dapet plakat ni ye .... panitia FA??? Kalian ini bagaimana .... kok wisudawan cuman dikasih tabung reaksi yang isinya bumbu dapur nggak jelas gitu!! Sumpeh lo ....

Lia Sweety said...

hehehe, tah papa tabung reaksi juga sih. Tapi sebenernya pinginnya plakat. Ah, apapun souvenirnya, ga masalah koq..