Saturday, August 16, 2008

Demam Lapangan

Deg-degan, coz besok tampil di acara Upacara Bendera HUT kemerdekaan RI di kantor sebagai komandan pleton putri! Hehe..kenapa mesti aku??? Kan terakhir ikut upacara ya pas OSKM ITB 2002 yang aku telat coz nyari-nyari balon gas trus ga ketemu, akhirnya telat upacara plus disuruh sit up sebagai hukumannya :).
Yah, mau gimana lagi...sudah takdir: terpilih. Disyukuri aja. Mungkin bisa jadi tambah terkenal di seantero PH, hahaha.
Kostum dah siap. Yang rada bingung, roknya span, euy..Trus gimana masang pecinya ya??
Wah, edan juga kalo 900 karyawan datang menuhin lapangan. Mmm..semoga tetap bisa berdiri tegak walau ratusan pasang mata memandang. Duh, jujur niy...I'am nervous.
Apapun yang terjadi, the show must go on tomorrow. MERDEKAAA!!!

Saturday, June 07, 2008

Kangen

Dua malam berturut-turut kemarin, setiap melangkah keluar tempatku bekerja, aku dan asistenku selalu ditemani si cantik bulan sabit. Seakan mengawal kami mengakhiri hari-hari sibuk trial laboratoriumku. Hehe..:)
Ingat bulan, jadi ingat keluarga di Bandung. Meskipun bentuk bulan yang paling keluargaku senangi adalah bulan purnama, melihat bentuk si bulan sabit mengingatkankanku pada sebentuk senyum hangat dari ibu dan adik-adikku.
Hmm..how homesick I am...Di tengah rasa kerinduan yang teramat sangat, teringat satu kalimat yang membuatku tersenyum, "Light will guide you home".

Saturday, May 03, 2008

Just for You

Untuk sahabatku, Lestari Mahastuti:

HAPPY BIRTHDAY yaaa..

May 4JJI always guide u to be a better one..Wish u all the best, honey :)

Nih, hadiah dariku :)

myspace comments

myspace comments

Friday, May 02, 2008

Antara Sabar dan Mengeluh

Capek kerja? Banyak keluhan?? Wajar kali..namanya juga manusia. Eitss tapi tunggu..Baca deh yang ini. Cuplikan kisah inspiratif diambil dari milis, semoga membuat kita menjadi pribadi lebih baik..


Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassa yang pergi haji di Baitul Haram. Di waktu tawaf tiba-tiba dia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.

"Demi Allah belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu, tidak lain pasti karena tidak pernah risau dan bersedih hati."

Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, " Apakah katamu wahai saudaraku? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati, dan tiada seorangpun mengetahunya dalam hal ini."

Abul Hassan bertanya' "Apa hal yang merisaukannmu?"

Wanita itu menjawab, " Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan aku mempunya dua orang anak yang sudah bisa bermain, yang satu masih menyusu. Ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku sudahkah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing?"

Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu."

Lalu disuruhnya adiknya berbaring dan disembelihlah leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancar keluar. Akhirnya ia lar ike bukit dimana ia akhirnya dimakan oleh serigala. Lalu ayahnya pergi mencari anaknya hingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk berisi air panas, terkena ke badannya, habislah melepuh kulit badannya.

Berita ini terdengar oleh anakku yang telah menikah dan tinggal di daerah, maka ia jatuh pingsan hingga akhirnya menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua."

Lalu Abul Hassan bertanya, "Lalu bagaimankah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat berat itu?"

Wanita itu menjawab. "Tiada seorangpun yang dapat membedakan antara sabar dan mengeluh, melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun yang mengeluh, maka orang itu tidak mendapat ganti kecuali sia-sia belaka."

Kesabaran harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap cobaan dari Allah. Karena itu Rasulullah SAW bersabda dalam firman Allah dalam sebuah Hadist Qudsi: "Tidaklah ada balasan bagi hambaKu yang Mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan surga baginya."

Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat tercela. Rasulullah bersabda;
"Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasib orang."

Dan Sabdanya pula, "Mengeluh itu kebiasaan jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan mengenakan baginya pakaian dari api neraka." (Hadist oleh Imam Majah)